Ass… haloooooooo selamat soreee, blognya keren, isinya juga hmmmm…. Menarik, o’yah.. sudah baca laskar pelangi belum??? Kalo sudah, plis yah… bagi-bagi. Kira-kira apa hikmahnya, terus… nilai-nilai pendidikan islam dalam laskar pelangi tuh apa??? Di blz yang panjang yaaaa.. coz it’s very different blz ke mp Q yah (penting banget buat skripsiku hehehe. Terima kasih ya fren sebelumnya.

Republika, Jumat, 04 Januari 2008

Andrea Hirata tetap berkukuh bahwa dia bukanlah novelis. Bukan pula sastrawan. Bukan juga pembaca sastra yang baik. Apa yang ia tulis ia akui sebagai sebuah buku tentang pendidikan. Kesahajaan itulah yang membuat novelnya begitu otentik dan menyegarkan. Ia seakan makhluk baru dalam dunia sastra Indonesia. Andrea memang orang yang muncul dari dunia antah berantah dalam jagad sastra Indonesia. Justru karena itu bahasa dan ungkapannya begitu asli. Ia tak mewarisi dan tak terpengaruh siapa-siapa. Padahal novelnya, Laskar Pelangi, ia tulis hanya dalam tiga pekan. Bukankah ia seorang penulis yang luar biasa?

Sebagai seorang karyawan PT Telkom tentu ia sangat sibuk. Namun, kecintaan dan dorongannya untuk memberikan hadiah pada ibu gurunya yang sedang terbaring sakit membuatnya teramuk menulis. Apa yang ia tulis adalah kisah nyata dan pengalaman pribadinya beserta teman-temannya yang tergabung dalam persahabatan Laskar Pelangi saat mereka di SD. Apa yang ia tulis adalah wajah nyata Indonesia tentang kemiskinan dan berbagai akibatnya, apalagi di wilayah terpencil di Belitung. Namun, berbagai keterbatasan itu bukanlah pintu mati jika di sana ada seorang guru yang menghayati dan mencintai profesinya. Tunas-tunas muda itu begitu keranjingan untuk belajar dan menyerap ilmu. Seperti kata Andrea, Laskar Pelangi memang bukan [sekadar] novel, dia adalah mata air di padang makna.

sumber : Republika, Jumat, 04 Januari 2008


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help