Ass… haloooooooo selamat soreee, blognya keren, isinya juga hmmmm…. Menarik, o’yah.. sudah baca laskar pelangi belum??? Kalo sudah, plis yah… bagi-bagi. Kira-kira apa hikmahnya, terus… nilai-nilai pendidikan islam dalam laskar pelangi tuh apa??? Di blz yang panjang yaaaa.. coz it’s very different blz ke mp Q yah (penting banget buat skripsiku hehehe. Terima kasih ya fren sebelumnya.

Blog Entryoase dari laskar pelangi part 3May 5, '08 12:47 AM
for everyone

Novel ini sudah lama selesai saya baca, dengan begitu saya kudu mereview lagi ingatan saya untuk sedikit menuliskan kembali di blog. Tak di pungkiri lagi Novel Laskar Pelangi yang sudah di cetak ulang yang  ke 30 kali  banyak menginspirasi orang untuk melakukan banyak hal positif, seperti yang dituturkan anak salah seorang seorang penderita leukemia, saat orang tuanya  harus terbaring dan putus asa menghadapi sakitnya yang tak kunjung sembuh. Laskar pelangi yang setiap hari dibacakan anaknya menjadi salah satu inspirasi dan semangat dia untuk tetap bertahan hidup. Ada cerita lucu, sedih,bahagia, spirit untuk berjuang dan bertahan hidup serta keinginan untuk meraih cita-cita. Jujur, ada rasa malu dalam diri saya ketika membaca novel ini  dengan segala keterbatasan yang ada, seorang guru dengan latar belakang yang sederhana, bahkan cenderung tak berpunya, melakukan banyak hal untuk murid-muridnya, tak sekedar menjadi guru, lebih dari itu di atas segala kekurangannya menjadi inspirator bagi anak didiknya dari seorang yang biasa menjadi seorang yang tak biasa . Di usia yang baru beberapa bulan memasuki kepala tiga saya rasa belum banyak yang bisa dilakukan untuk membantu sesama.

Disadari atau tidak banyak nilai – nilai islam yang terkandung di dalam novel ini.

1. NA. Muslimah Hafsari Hamid Binti K.A. Abdul Hamid (cie lengkap, buka dikit tadi   malam) seorang guru SD Muhammaddiyah di Belitong, peran beliau memajukan anak didiknya tak bisa dipandang sebagai hal yang  biasa. Dari sosok beliau,ayat tentang keikhlasan tergambar jelas disini. Berawal dari niat untuk memajukan SD Muhammadiyah serta anak didiknya yang jauh tertinggal dibanding sekolah yang lain di Belitong. Berawal dari niat pula dari buku niat dan ikhlas karya Dr. Yusuf Qaradhawi, ikhlas dalam amal tidak akan terwujud kecuali dilandasi oleh dua unsur : bagaimana menghadirkan niat dalam amal serta melepaskan diri dari hal-hal yang bersifat individual dan duniawi sehingga amal itu murni karena Allah. Bagaimana Bu Mus menerapkan sebuah amal jika tak didukung sebuah keikhlasan untuk melakukan tugasnya sebagai seorang guru yang saat itu hanya di bayar sebulan dengan 15 kilo beras/bulan, mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukan amalan seperti ini. Dalam Al Qur’an ayat tentang keikhlasan terutama ayat Makkiyah di ulang tidak hanya sekali, QS. Az-zumar ayat 2-3, 14-15, Al an’am ayat 162-163 (Katakanlah Muhammad : sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan seluruh alam

2.Ayat tentang ketundukan pada sang Khalik juga digambarkan di novel ini, bagaimana Bu Mus menanamkan dasar-dasar moral keislaman, menggali nilai-nilai luhur dalam diri sendiri agar berprilaku baik karena kesadaran pribadi, seperti saat bu Mus menganjurkan shalatlah lima waktu tepat pada waktunya, biar dapat pahala  lebih banyak, sehingga kesadaran pribadi  dari nilai-nilai keislaman yang ditanamkan berimplikasi pada rasa takut pada Allah jika melakukan hal-hal yang dilanggar dalam islam.

3.Ayat tentang kesabaran juga jelas di novel ini, dengan kondisi yang serba kekurangan dengan imbalan tak seberapa yang didapat setiap bulannya oleh Bu Mus, disamping itu untuk mencukupi hidupnya dan adik-adiknya selepas pulang mengajar sore harinya dilanjutkan menerima jahitan sampai jauh malam.Kesabaran anak-anak Laskar Pelangi untuk hidup dalam keterbatasan secara financial, bahkan tak jarang saya menitikkan air mata ketika membaca dan membayangkan betapa mereka menghadapi kondisi seperti itu dengan perjuangan yang luar biasa. Apalagi salah satu geng Laskar pelangi harus memakai sepatu yang robek dikarenakan dipakai secara berulang-ulang karena ekonomi orang tua mereka tak memungkin kan untuk membeli sepatu baru.

4.Islam mengajarkan carilah ilmu sampai ke negeri cina, dan menuntut ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat. Kembali saya menitikkan air mata tatkala Lintang mengalami kondisi yang cukup sulit untuk berangkat ke sekolah saja butuh perjuangan yang luar biasa, semangat meraih pendidikan yang tak biasa bagi orang seperti Lintang, ketika saat itu dia dihadang oleh seekor buaya yang melintas didepannya,jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor , musim hujan yang berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar, rantai sepeda yang putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek, toh itu semua tak menyurutkan langkah lintang untuk menjadi murid yang luar biasa cerdasnya.Sehingga mengantarkan SD Muhammaddiyah menang dalam perlombaan cerdas cermat Walau pada akhirnya nasib dan keadaan yang membawa dia tidak seberuntung ikal, hanya menjadi seorang supir.

5. Islam juga mengajarkan agar kita selalu optimis untuk menjalani hidup, optimis dalam banyak hal, begitu optimisnya bu Mus, menjalani hari-harinya sebagai seorang guru berharap kelak suatu saat anak didiknya akan bisa meraih apa yang dicita-citakan mereka, tentang optimisnya ikal dengan cita-citanya untuk meraih jenjang pendidikan yang lebih lanjut walau kondisinya tak memungkinkan toh pada akhirnya dia bisa meraih apa yang dicita-citakannya.

            Banyak lagi nilai-nilai islam yang jelas tergambar di novel ini, saya cuma punya kemampuan mereview sebagian isi dari novel ini yang masih saya ingat.Bermimpilah dan Tuhan akan merengkuh mimpi-mimpi mu (Arai)

http://adetsabita.multiply.com/

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help